Kopi Sidikalang dan Nikmatnya Ladang Rambah Sapot

Teringat di kala kami pergi ke ladang kiria 10 km dari tempat tinggal kami, namanya ladang rambah sapot, ladang yang menjadi sumber pendapatan warga desa laumil di kabupapten Dairi. Ladang ini menyimpan sejuta kenangan karena sewaktu kecil sampai beranjak dewasa saya menghabiskna waktu di ladang rampah Sapot.

Ladang ini menjadi tempat bertanam kopi oleh nenek dan kakek saya, sudah hampir seribu ton kopi yang di panen dari ladang ini. Kopi sidikalang menjadi kopi yang istimewa untuk penikmatnya karena yang rasa enak, dan warna kopinya yang menarik. Seluruh keluarga kami suka kopi. Kopi sudah menjadi santapan sehari untuk menyegarkan badan supaya fit.

Teringat disaat panen durian, bermalam di ladang untuk mengumpulkan durian, disaat menjaga durian di ladang, kami pasti minum kopi untuk menikmati cerita panjang dan sambil mendengar bunyi durian jatuh. Kopi menjadi minuman nikmat menemani obrolan sampai pagi, begadang dengan kopi sidikalang menjadi suasana nikmat dan tenang, sambil mendengar bunyi jangkrik yang membuat kita gemas, menemani malam.
Bagi penikmat kopi bukan sekedar pelawan ngantuk. Kopi dapat digunakan untuk wajah, dan penghangat tubuh. Kopi Sidikalang semua tahu sampai ke manca negara. Kopinya yang enak dan peminum kopinya yang lemah lembut.

Sampai sekarang kopi Sidikalang menjadi icon kopi di Sumatera Utara, setiap orang yang suka kopi, kalau berkunjung ke Sumatera utara pasti mencari kopi Sidikalang, kopi yang berasal dari kampung kami. Bangsa rasanya punya kopi yang sudah terkenal dan menjadi icon kuliner propinsi sumatera utara.

Sumatera utara merupakan lumbungnya kopi yang enak dan nikmat, beberapa kopi yang ada antara kopi sidikalang, kopi pak-pak, kopi lintong dan kopi tarutung semuanya memiliki rasa yang khas dan penyajian yang sama.

Di Sumatera utara bisnis kopi menjadi trend yang positif, sehingga banyak pengusaha yang berbisnis kopi di khususnya kota Medan. Semua orang suka dari anak-anak, dewasa, bapak-bapak, ibu-ibu dan kakek dan nenek semuanya suka

Namun yang paling unik yang menjual kopi di Medan semua orang pendatang, jarang orang sidikalang yang menjual kopi sidikalang, sehingga yang menikmati hasil bisnis dari nama kopi sidikalang bukan orang sidikalang tetapi orang pendatang. Entah pun unik atau sebuah kekeliruan saya tidak tahu.

Kopi menjadi bagian dari cara kita menikmati ciptaan Tuhan, kopi membuat kita mengerti dan paham bagaimana Tuhan memberikan ciptaannya untuk kita nikmati. Kopi mengajarkan kita untuk menghargai dan melestarikan kekayaan alam Indonesia. Diakhir tulisan ini saya mengajak kita untuk menikmati kopi sidikalang, kalau pergi ke Medan, jangan lupa minum kopi.

2 thoughts on “Kopi Sidikalang dan Nikmatnya Ladang Rambah Sapot

  1. Berlin pandiangan

    Sayang kopi sidikalang khususnya dr ramba sapot hanya tinggal kenangan, apakah masih bisa terulang kembali?

    • admin

      Bisa tulang, dengan menanam kembali, hanya butuh perhatian dan proses panjang. Aku yakin bisa hanya sekarang belum waktunya.

Comments are closed.