Sebuah Refleksi “DIBUTUHKAN KITA”

Sumber foto: http://www.katyjon.com/tag/free-market/

Oleh : Fickih Ramdhoni

“Hari esok harus lebih baik dari sekarang”. Salah satu pepatah yang biasa terdengar untuk kata-kata motivasi diri. Mungkin sekarang semua sudah terbalik menjadi “Dulu lebih baik dari sekarang”. INI KENYATAAN. Sedikit membuka pikiran, untuk itu jauhkan pikiran dari yang pernah kita tahu sampai saat sekarang. Buka tirai yang menutup sinar matahari dan buka jendela yang menutup kesegaran.

Lebih enak bekerja di perusahaan atau berwirausaha? lebih enak menulis dengan pensil apa ketik pada komputer? Sebagian besar akan memilih yang lebih praktis. Yaa, semua pasti menyukai praktis. Saya sendiri memilih untuk bekerja di perusahaan yang notabenenya bukan punya pribadi alias punya orang. Dari mulai tugas dan tanggung jawab pada perusahaan harus dikerjakan. Semua mengikuti sistem yang sudah dibentuk oleh para pengatur di suatu ruang lingkup.

Jika kita melihat tahun-tahun sebelumnya yang diceritakan oleh kakek nenek moyang dan orang tua kita, mencari pekerjaan sekarang tidak seperti dulu. Ingat saat bapak saya sendiri yang mengakatan langsung, dulu ia mudah mencari pekerjaan untuk sekelas menjadi buruh operator di suatu perusahaan hanya berijazah SD pun bisa. Lihat sekarang bung, apa yang kita dapat lihat? Pengangguran meluber tiap tahunnya. Dari mulai banyak syaratnya masuk kerja dan jangka kerja yang relatif sebentar.

Jika kita tidak bisa bekerja di perusahaan ada baiknya berwirausaha. Itu yang sering terdengar dari beberapa orang untuk sekedar saran. Oke, kita berwirausaha sudah berjalan dan mendapatkan sedikit kecerahan untuk masa depan yang tak perlu khawatir akan segala pengatur tugas dan tanggung jawab seperti bekerja di perusahaan. Tapi, kenapa banyak para pemula yang sedang menjalankan usaha mereka berhenti ditengah jalan.

Apa karena belum bisa mengelola pemasukkan dan pengeluaran. Bisa jadi, tapi ketika kita melihat dari sisi system yang telah dibuat mengharuskan pengusaha ini membayar pajak penghasilan. Belum sampai tengah jalan pun kadang dipaksa untuk membayar pajak. Jika tidak , akan dipersulit mengurus apapun termasuk tentang kenegaraan walaupun tidak semua terjadi pada pengusaha.

Jika tidak dengan membayar pajak penghasilan oleh pemerintah ada juga dengan mambayar sewa preman sekitar. Belum sempat merasakan keuntungan yang diterima sudah harus ada pengeluaran lagi yang menurut saya kurang penting. Preman tidak harus ditangkap dan dipenjara akibat ulah negatifnya. Cukup dengan memberi pekerjaan yang layak juga sudah bisa mengurangi pungutan liar tersebut. Rangkul dan bersihkan preman dengan cara halus Bung !.

Memilih pekerjaan pun gampang-gampang susah. Tidak semua lulusan yang sudah bekerja pada bidang asalnya. Syarat yang begitu dibatasi dengan umur yang terlalu minim, tidak boleh lebih dari 25 tahun. Berbanding terbalik dengan system yang sudah di legalkan untuk magang. Sistem magang tersendiri mempunyai maksud dan tujuannya.

Mungkin saja bermaksud untuk yang magang supaya mengambil ilmu sebaik mungkin dan mempunyai keahlian pada dunia kerja kelak. Dan bertujuan untuk mempermudah perusahaan agar tidak usah repot dengan kepengurusan karyawan. Mengapa?

Mari berpikir.. setiap tindakan tidak hanya ada baiknya, janganlah lupa dengan yang buruknya ketika akan terjadi. Ini terjadi pada perusahaan saya bekerja sebut saja PT. OKE. Dari mulai saat pertama saya bekerja sistem magang ini memang sudah terjadi. Karyawan baru yang melamar, tidak langsung dikontrak PT. OKE. Melainkan statusnya dikontrak oleh yayasan yang sekarang ingin disebut penyalur, sebut saja PT. UMUM.

Status karyawan di PT. OKE hanya magang dengan durasi kontrak yang sudah di sepakati dengan penyalur. Bekerja dari penyalur tidak ada karyawan tetap, hanya sampai semaunya dengan batasan umur pekerja (pensiun). Kontrak dua kali dengan penyalur di PT. OKE. jika ingin melanjutkan kerja kembali, akan di oper ke perusahaan lain dengan ketentuan yang sama.

Sangat Merugikan BUNG ! . habis umur kita jika begitu, jaminan kesehatan dan lain-lain tidak ada. Selayaknya perdagangaan manusia yaa. Pihak PT. OKE senang sekali tak perlu repot mengurus kepegawaian dan penyalur habis menguras hasil upah kita bekerja. MIRIS.

Bangkit BUNG !, perusahaan tidak akan jalan tanpa kita sebagai karyawan juga. Karena sistem di negeri ini sudah tidak sesuai dengan semestinya. Harus ada pejuang-pejuang seperti kalian yang ingin merubah negeri ini menjadi lebih baik lagi.
#PeoplePower

Puisi Untuk kita

“Ayo, lihatlah langkah kakimu Itulah jalan hidupmu
Ayo, lihat juga ke depan
Disanalah masa depanmu
Begitu banyaknya kasih sayang yang telah kerabat berikan

Dengan cintamu aku mengerti kehidupan yang silih berganti
Saat itu aku belum untuk mengerti semua
Teman seperjuangan selalu menjalani masa depan
Cita-cita yang tinggi setinggi langit
Bila tak tercapai memang menyedihkan, namun jangan berhenti berharap

Tentukan langkah dan masa depanmu, jangan putus asa Jangan cemas dan takut, doa orang terdekat berikan
Perlahan tapi pasti, jemputlah masa depanmu dengan hati penuh keyakinan”

Penulis Adalah Mahasiswa STMIK MIC Cikarang