Opini

DEMAM KOREA DI INDONESIA

Oleh : Puspita Sari (Mahasiswa Politeknik Meta Industri Cikarang)

Dapat kita lihat dizaman sekarang ini sepertinya budaya timur yaitu tepatnya budaya korea selatan sudah mulai memasuki Indonesia. Berbagai jenis hal yang berbau korea selatan masuk ke dalam negeri kita ini. Yang dapat kita ketahui dengan kasat mata tentang demam kore yang melanda Indonesia adalah tentang jenis musiknya, yaitu musik korea pop atau yang sering disingkat kpop.

Banyak orang hampir diseluruh dunia menggemari musik ini, baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa. Banyak pula artis dari negeri gingseng sana yang berdatangan ke Indonesia untuk melakukan konser. Selain kpop, demam korea yang mewabah lainnya adalah film. Banyak film-film korea yang ditayangkan disaluran-saluran televise untuk memanjakan penonton dan penggemarnya. Demam kore lain yang tidak kalah “booming”nya dengan kpop dan drama adalah kosmetik.

Banyak sekali orang Indonesia yang tergiur orang kosmetik dari negeri gingseng ini dikarenakan melihat artis maupun aktor di drama-drama korea ataupun videoklip kpop yang mempunyai muka bersih seperti porselin. Kosmetik dari negeri kore ini menjanjikan bahwa bahan-bahannya terbuat dari bahan-bahan alami. Tentunya ini membuat rakyat Indonesia tergiur.

Dengan masuknya demam korea atau yang biasa disebut “Halyu Wave” ini tentu sangat berdampak bagi rakyat Indonesia. Dampak ini bias berdampak positif maupun berdampak negative. Ada hal-hal dari negeri yang memang patut untuk kita contoh tapi ada juga yang tidak patut untuk dicontoh.

Dengan masuknya demam korea di Indonesia seperti sekarang ini, sepertinya membuat industri-industri di Indonesia terbilang latah. Yang dapat saya lihat di televise banyak produk-produk kecantikan atau kosmetik dari Indonesia yang menjanjikan kulit putih bersih bersinar seperti orang korea,serta menggunakan bahan alami dari korea.

Banyak juga dari industri musik di Indonesia yang ikut berbondong-bondong membuat boyband dan girlband seperti layaknya dikorea selatan sana dimana di demam kore ini banyak boyband serta girlband korea sana yang masuk kedalam Indonesia.

Kali ini saya akan membahas dampak positif dari demam korea ini, yang dapat saya lihat dari dampak positif, dapat kita rasakan yaitu terjalinnya relasi yang baik antara Negara Indonesia dank orea terutama korea selatan. Ini dikarenakan korea selatan banyak mengimpor produk-produknya keindonesia, tentunya produk-produk korea selatan ini akan laku keras diindonesia terutama dibidang industri musik dapat mencontoh music kpop untuk membuat musik yang lebih baikdan kreatif untuk negeri ini, contohnya dengan munculnya boyband dan girlband diindonesia yang membuat ramai music diindonesia. Pada generasi muda, yaitu remaja ada juga dampak positif dari masuknya demam korea ini.

Generasi muda Indonesia jadi lebih kreatif bait itu di dalam bidang music, tari modern maupun yang lain dikarenakan mengambil hal positif dari kpop itu sendiri. Dari tari modern, banyak remaja yang melakukan cover dance atau meniru tarian dari negeri gingseng itu untuk diperlombakan. Tentunya ini berdampak positif yaitu dapat mengasah bakat para remaja maupun anak-anak dibidang tari. Dan banyak lagi dampak-dampak lain yang tidak dapat saya sebutkan.

Sesudah membahas dampak positif tentang masuknya demam korea diindonesia, saya akan membahas dampak negatif dari masuknya demam korea ini. Dampak negative dalam masuknya demam korea ini sangat jelas. Dapat dilihat dari para masyarakat Indonesia yang lebih memilih berbagai produk dari korea disbanding produk dalam negeri.

Padahal produk dari dalam negeri kualitasnya tidak kalah bagus disbanding barang dari negeri gingseng tersebut. Masyarakat Indonesia yang memilih untuk lebih mendengarkan music-musik korea yaitu kpop disbanding mendengarkan music Indonesia. Para rakyat Indonesia lebih memilih untuk menyukai dan mengindolakan musisi-musisi dari korea selatan dan kurang respek kepada musisi-musisi Indonesia.

Padahal apabila dilihat, musisi-musisi Indonesia sudah terbilang hebat dan tidak kalah bagus. Padahal para musisi-musisi di Indonesia ini memerlukan dukungan dari dalam masyarakat dinegaranya sendiri untuk dapat maju dan dan berkembang, tapi nyatanya masyarakat di Indonesia kebanyakan kurang respek dengan musisi serta music Indonesia. Yang lebih memilih menonton film-film korea disbanding film Indonesia. Lebih mengikuti budaya korea disbanding mengikuti budaya sendiri.

Apabila masyarakatnya sendiri kurang respek dan peduli serta menggembangkan budayanya sendiri, bagaimana negeri ini mau maju? Padahal kita harus lebih mencintai budaya kita sendiri terlebih dahulu. Budaya korea juga tidak semua dapat kita ikuti karna ada baik dan jeleknya.

Saran saya untuk masuknya demam korea dinegeri kita ini, kita harus menyaring budaya yang masuk tersebut. Mengambil apa yang baik dan membuang apa yang jelek. Menurut saya industry-industri diindonesia baik dalam kosmetik maupun musik harus lebih percaya diri dan tidak membawa hal-hal berbau korea. Saya sendiri juga mengakui bahwa saya terbilang demam korea. Tapi saya bisa membedakan mana yang positif dan yang negatif bisa saya tinggalkan.